Senandung Kalbu

​Senandung Kalbu*

Elok Maulidah (18214)
Tirai-tirai bersiul ramah menyapa

Merasuk merdu ke lubuk jiwa

Menyatukan kesolidan yang awalnya fana

Sendu kelana merangkak menusuk raga

Tanpa keraguan cinta

Menghadirkan kasih penuh kedamaian

Tubuhku menggigil tak berdaya

Mendengar lantunan sang primadona

Yang tak pernah singgah dari duri kehidupan

Menyayat hati yang risau
*Anggota HIQMA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *