Saluran Satu Pintu 

Saluran Satu Pintu
Pernahkah kita menyebut Subhanallah secara dekat

Kadang kita menyebutnya dalam keadaan jauh

Seperti kita melihat sesuatu

Atau antara aku dan dia

Atau antara aku dan mereka

Atau antara aku dan yang dicipta

Atau antara aku dan yang tercipta

Sungguh kita lupa akan yang dekat?

Dekat.. sekali… kalau mengerti banyak memuji

Pasti bertanya aku tak bisa melihatnya

Kadang memang yang dekat susah dilihat

Seperti pipi kita, alis kita, kening kita, telinga kita, mulut kita, gigi kita, rambu kita, leher kita dan lainnya

Butuh dengan alat atau orang lain membantu kita

Membantu dalam melihat, mengamati, memeriksa, dan mengobati

Sudah jelaskah penjelasan di atas?

Tentu belum jelas karena belum lugas
Begini maksudnya dari Subhanallah secara dekat

Kita punya mulut bukan?

Kita makan apapun yang kita sukai

Rasanya manis, asin, asam,  sampai nano nano dirasa

Pikiran kita bukan pada rasa untuk Subhanallah

Tapi sari dari apa yang kita makan

Pandai sekali tubuh ini mendistribusi

Makanan mana, kemana, sampai kepada kebutuhannya?

Pernah kita melihat anatominya?

Kemana jalan rasa dan sari menyuplai?

Sungguh ini sistem yang paling sesuai

Makna organisasi dan distribusi paling alami

Sehingga kita seharusnya pandai memuji

Pada zat yang telah mengatur semua ini

Betapa hebat Allah memberi rizki

Sampai urat nandi menerima tugas membagi sari

Pada tubuh yang hidup untuk berseri

Berseri-seri sebagai syukur pada Ilahi

Maka mari belajar dari salutan satu pintu!

Memaknai arti cinta yang tak semu

Menerima rasa dan sari untuk dijamu

Kemudian kemana arah bertaruh tak ragu

Memberi energi pergerakan kehidupan tubuh

Terima kasih Sang pemilik waktu Subuh

Engkau ajarkan kami memuji dari dekat qolbu

Berkata jujur dari cinta sampai rindu
Laba Laba Pasir

Ciputat 14 Januari 2018

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *