PEMIMPIN ITU TERORGANISASI DAN TERDIDIK

​Pemimpin itu Teriorganisasi dan Terdidik

Ahmad Khoeri (Wakil Ketua PC MATAN Ciputat)

Masih ingatkah kita terhadap pengendara, pengendara dari sebuah kendaraan? Gampang bukan pertanyaan ini, misal delman dikendarai kusir, mobil dikendarai supir, kereta apai dikendarai masinis, kapal laut dikendarai nahkoda, kapal terbang dikendarai pilot, dan rumah tangga dikendarai kepala keluarga. Contoh lain lagi yang kita kenal tentang level alam. Kita tahu bahwa ada alam ruh atau alam kandung, alam dunia, alam barzah, alam mahsyar, dan alam akhirat. Kemudian di level kita berpijak dan berkiprah terdapat contoh misalnya: keluarga, rukun tetangga, rukun warga, blok/komplek/dusun, desa/ kelurahan, kecamatan, kota/kabupaten, provinsi, negara, dan benua.

Dari hal tersebut  di atas apa maksudnya?Maksudnya adalah bahwa segala sesuatu pada tempatnya ada kendaraan yang mengendarai atau yang memimpin. Sangat jelas segala sesuatu harus ada yang memimpin. 

Kemudian apa arti sebenarnya pemimpin? Pemenang adalah mereka yang ikut lomba, karena yang mengikuti lomba disebutlah peserta. Peserta ada yang menang, ada yang kalah. Namun pada sejatinya menang itu adalah mereka (peserta) yang menerima kekalahan, karena dari hal tersebut bisa kita definisikan, bahwa pemenang adalah mereka yang menerima arti perbedaan dan keberagaman. 

Hidup adalah kompetisi untuk bisa mengendarai kendaraan tubuh ini di alam yang telah disediakan oleh Allah. Kita ini berbentuk ruh pada dasarnya, kemudian kita mengendarai jasad untuk mengakomodir diri ini, menjadi diri yang sebenarnya. Yakinlah dengan teguh atas apa yang kau kenali terhadap diri ini. Mengenali siapa diri yang sebenarnya merupakan suatu hal dalam memaknai arti kehidupan itu sendiri. Kita, kalau sudah mengenal diri sendiri, tentu kita akan mengenal Allah Sang Maha Pencipta. Karena kita adalah karya cipta Allah dalam kehidupan semesta ini.
Berbicara pemimpin yang terorganisasi adalah mereka yang hidup untuk menyelamatkan kehidupan dengan bersama-sama merasakan kenikmatan, kebahagiaan, kesejahteraan, kesuksesan, kenyamanan, keamanan, dan kedamaian, demi kepentingan hidup mulia bersama-sama.  Mengapa demikian? Karena hidup mulia sendirian tidaklah menyenangkan atau lebih-lebih membanggakan. Maka jiwa pemimpin adalah jiwa merangkul bukan memukul, jiwa mengajak bukan mengejek, jiwa menasehati bukan mencaci maki. Sehingga pemimpin adalah mereka yang mampu menempatkan diri pada kendaraan kehidupan ini, sesuai dengan di mana jalan yang sedang dilalui. Apakah di organisasi pemerintahan, organisasi kemasyarakatan atau organisasi pengembangan SDM yang bertujuan untuk membangun peradaban dan tatanan kehidupan yang rahmatan lil alamin.
Mari kita kesimpulkan mengenai perihal pemimpin! Pemimpin yang terorganisir adalah pemimpin yang berkiblat kepada pemimpin yang telah melewati jalan bersama kendaraan yang dilaluinya itu sebelumnya. Sebagai seorang pemimpin butuh didikan dan didikan tersebut butuh pendidik agar pemimpin tersebut mampu secara bijaksana mengendarai kendaraan sesuai dengan jalannya. Sebagai cita-cita kehidupan, yakni untuk mewujudkan keselamatan seperti orang-orang terdahulu di jalan yang lurus sesuai dengan kendaraan yang digunakan. Maka kita mengajak bersama sama untuk belajar dari kehidupan sebelumnya untuk mulia sampai anak cucu melanjutkannya dengan cinta yang penuh kasih dan sayang.
Ciputat, 25 Oktober 2017

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *