Notasi Komando

Notasi Komandan
Oleh Ahmad Khoeri

Tidaklah jarang orang berkendara dengan kendaraan sendiri sendiri. Namun jangan aneh jika jarak jauh mereka berkelompok atau berjamaah menggunakan kendaraan yang jauh lebih besar dari kendaraan saat ia sendirian. Contohnya kalau kau dari Ciputat mau ke Jakarta Pusat bisa engkau naik motor untuk lebih efektif. Namun bagaimana jika jaraknya antar pulau? Tentu kendaraan paling cepat adalah pesawat. Wajarlah ambisi bapak bangsa, Bapak B.J. Habibi menginginkan lekas terelisasinya industri dirgantara atau pesawat terbang untuk NKRI yang maju. Karena hal ini bersangkutan dengan kebangkitan nasional secara cepat dan terbarukan guna pemerataan segala lini sektor.

Kalau kita berpikir lebih jauh tentang lini sektor, maka kita akan mengenali alur dan kendaraannya. Melewati udara hanya bisa dengan kendaraan udara tidak bisa menggunakan kendaraan air untuk udara. Betapa butuh kematangan konsep dan keseriusan dasar keilmuan untuk memahami kehidupan. Notasi kehidupan komandan amat tajam dalam sikapnya yang memimpin pasukan. Hal yang paling dipikirkan komandan adalah bagaimana menyelamatkan rombongan sampai tujuan walau nyawa pertaruhannya. Komandan tak kenal putus asa, pantang padang semangat saat perang. Jiwa komandan menemukan arti dan jalan kemerdekaan yang lebih menjamin masa depan penerusnya. Begitulah saat notasi zaman ditemukan untuk kemandirian dan kesejahteraan masa depan. Komandan menemani masa hidupnya dengan memandang masa depan yang jauh dalam persiapan pewarisan amanah sejarah. Sehingga jangan heran jika para komandan lapangan amat bertarung mati-matian atas waktu dan materi ia korbankan walau caci maki, onak duri hinaan menjadi halang rintang.

Setiap notasi yang telah ditemukan komandan sebagai jiwa masa depan, terus diperbaharui guna menyambung lidah generasi dari masa ke masa. Mempelajari pola dan gejala dari sebab dan akibat yang disampaikan informan perlu dengan sederhana dijelaskan bukan lewat kata dalam tulis, namun lewat rasa berwujud perbuatan. Notasi baru yang bermakna baik tercatat rapih oleh pewaris sejarah yang amanah. Keamanahan nilai itu tidak sembarang pilih orang atau generasi penerus. Pemangku sejarah adalah mereka yang dipersiapkan mengolah, menjaga, dan memperbaharui pola notasi kejiwaan di zamannya.

Merasakan masa silam adalah harmonisasi irama akar kehidupan. Menelami masa menyiapkan buah menjadi nilai yang berguna tak lekang zaman. Notasi komandan telah dipersiapkan oleh panitia akhir zaman. Panitia itu adalah para komanan yang telah siap meninggalkan hidup untuk keabadian hidup. Berteman dengan masa depan menjadi wujud notasi komandan. Komandan tak bersikap menyalahkan masa sekarang atas masa lalu yang telah menuju masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *