KULIAH BERORGANISASI

​Kuliah Berorganisasi

Oleh: Akbar Sutanto (Kader PC IMMAN Jakarta dan Penggiat Komunitas Lorong)

Organisasi sudah menjadi pilihan lauk saat kita mengenyam dunia perkuliahan. Organisasi sejatinya sudah ditawarkan sejak tingkat sekolah dasar. Hal ini berlandasan dari adanya Gerakan Pramuka yang memiliki tingkat keutuhan organisasi yang relatif sempurna. Di dalamnya diajarkan softskill, kepemimpinan, kedisiplinan, dan sistem bagi tugas. Kini, kita memasuki dunia kampus dengan tawaran lauknya adalah berorganisasi, bekerja, atau bermain (tidak kedua-duanya). Maka tidak aneh kita mendengar tawaran untuk berorganisasi.

Organisasi adalah sebuah wadah yang terdiri dari lebih dari satu orang, memiliki tujuan yang sama, dengan adanya pembagian tugas untuk mencapai tujuan tersebut. Organisasi didirikan atas dasar kesamaan, rasa saling memiliki, dan tujuan yang hendak dicapai. Organisasi sejatinya sebuah wadah di mana individu akan diuji kemampuannya dalam bersosialisasi dan kemampuan personalnya. Sehingga perlu adanya pemahaman kenapa anda harus berorganisasi.

Organisasi Mahasiswa secara legitimasi memiliki fungsi  yang termaktub Keputusan Menteri Pendidikan dan kebudayaan RI Nomor 155/U/1998 antara lain; (1) perwakilan mahasiswa perguruan tinggi untuk menanampung dan menyalurkan aspirasi mahasiswa, menetapkan program dan kegiatan mahasiswa; (2) pelaksanaan kegiatan kemahasiswaan; (3) komunikasi antar mahasiswa; (4) pengembangan potensi jatidiri mahasiswa sebagai insan akademis; (5) pengembangan pelatihan keterampilan organisasi, manajemen, dan softskill mahasiswa; (6) pengembangan dan pembinaan kader-kader bangsa yang berpotensi dalam melanjutkan kesinambungan pembangunan nasional; (7) untuk memelihara dan mengembangkan ilmu dan teknologi yang dilandasi oleh norma-norma agama, akademis, etika, moral, dan wawasan kebangsaan.

Istilah mahasiswa sebagai agent of change sudah sangat sering didengar atau bahkan diteriaki. Maka dengan adanya organisasi mahasiswa yang memiliki fungsi yang telah disebutkan, sudah barang tentu akan memudahkan segala usaha mewujudkan setiap yang dicita-citakan. Tidak sedikit pemimpin negara ditumbangkan oleh Mahasiswa yang bersatu dan memang memiliki satu tujuan. Sehingga kekuatan mahasiswa dengan berorganisasi bukan lagi isapan jempol belaka.

Namun dewasa kini dunia kampus mulai sepi dengan kegiatan kemahasiswaannya. Berbagai cara organisasi mahasiswa merekrut mahasiswa agar mau berorganisasi. Motivasi berorganisasi mahasiswa semakin berkurang dengan berbagai landasan antaranya; (1) Fokus kuliah karena pilihan jurusan yang repot; (2) banyak contoh buruk dari organisator; (3) tidak berorganisasi bukan berarti hedonis; (4) belajar softskill tak harus di organisasi; (5) banyak akademisi yang sukses tanpa organisasi; (6) tuntutan ekonomi harus bekerja. Beberapa alasan tersebut menjadikan mahasiswa harus berpikir beberapa kali sebelum mereka memasuki organisasi. Dan berimplikasi pada rasa ketidakpentingan berorganisasi.

Kendala ini semakin diperkuat dengan orientasi para pengurus organisasi yang menjalankan kepengurusannya sebagai bentuk kewajiban saja. Maksudnya tak terlihat adanya urgensi terhadap pengkaderan yang bisa meneruskan visi-misi dan tujuan organisasi itu sendiri. Pengkaderan seharusnya dilakukan dengan adanya berbagai pendekatan guna bisa memahami apa yang dibutuhkan oleh mahasiswa (junior) agar bisa mendapat manfaat dari organisasi tersebut. Namun nyatanya, penggurus lebih memikirkan bagaimana bisa melanjutkan eksistensi organisasi daripada fungsi organisasi. 

Sejauh ini, kebutuhan akan berorganisasi masih menjadi sebuah keniscayaan. Apapun alasannya berorganisasi itu perlu dan harus. Namun bentuk organisasi yang seperti apa yang menjadi pilihan setiap mahasiswa. Ada beberapa organisasi yang diaggap wajib diikuti oleh mahasiswa antara lain; organisasi kedaerahan, organisasi alumni (almamater), dan organisasi masyarakat. Organisasi tersebut akan memberikan efek langsung bagi mahasiswa itu sendiri. Namun bukan berarti menafikan bahwa organisasi yang lainnya tidak penting. Hukum relativitas akan setiap tindakan mahasiswa masih berlaku dalam menilai sebuah baik tidaknya sebuah organisasi bagi mereka. Sehingga selagi mahasiswa masih bisa menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik maka organisasi yang mereka pilih bukanlah yang buruk.

Tantangan pasti ada setiap pengambilan keputusan. Berorganisasi yang dilakukan menjadi sebuah keputusan yang pastinya memiliki tantangan tersendiri. Mahasiswa dituntut untuk bisa profesional, pandai manajemen waktu, bagi fokus pikiran, dan orientasi perubahan. Pandangan buruk akan beberapa citra mahasiswa yang ikut berorganisasi bukanlah salah organisasi itu atau keputusan berorganisasi. Pandangan buruk yang tercipta akibat kurang baiknya mereka mewarnai hidup mereka dalam berorganisasi atau kacamata kita yang kurang mendalami sebuah lukisan hidup mahasiswa itu sendiri. selain itu restu orang tua terhadap anak seharusnya bukan kendala bagi mahasiswa untuk mengembangkan diri. Selagi bisa mewujudkan apa yang diharapkan mengapa harus terputus. Tantangan lain dari luar ialah mahasiswa akan relatif banyak jatuh di tengah-tengah masalah, baik itu masalah personal, sosial, atau masalah krusial dengan kanca nasional. Masalah ini sedikit banyak akan mengganggu kuliah dan belajar mahasiswa. 

Pada akhirnya mahasiswa akan membutuhkan banyak hal yang harus mereka dapatkan. Kesuksesan dalam berbagai bidang yang seharusnya sudah mereka cita-citakan. Berorganisasi, menjadi akademisi, dan bahkan aktivis sosial masyarakat. Semuanya terorganisir semuanya berarti dijalankan dengan berorganisasi. Namun intensitas organisasi dalam menjalankan fungsi dan perannya sebagai wadah memiliki kadar yang berbeda. Dengan demikian, ada perbedaan hasil yang didapatkan. Dan hasil ini yang anda harapkan. Semakin tinggi hasil yang diharapkan maka semakin tinggi kadar dan intesitas organisasi itu sendiri baik secara proses, maupun lingkupnya. Korelasi dua arah dari proses dan hasil akan mejadi sebuah hal yang pasti dan efeknya tak bisa kalian bayangkan.
Ngurus aku (organisasi) itu menguras waktu, tenaga, dan pikiran kalian. Jadi jaga kesehatan ya.

Kalo kamu sakit yang ngurus aku siapa. (organisasi)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *