Berpikir Mendalam, Pengamalan Meluas

Beepikir Mendalam, Pengamalan Meluas
Apa yang ada di alam ini pada dasarnya sudah dikenalkan. Suatu zaman akan berkembang dan menyesuaikan bentuk dirinya secara alami. Menyikapi persoalan perkembangan adalah menyikapi cara berpikir dan proses pewarisan berpikir. Bagi mereka yang berpikir,  maka akan mengerti mengolah rasa dan mengenali rasa. Tidak mudah tergoyahkan atau terkontaminasi bagi mereka yang memiliki pikiran mendalam dan pengamalan meluas. 

Tak jarang otak pembisnis  melihat segala sesuatu akan bisa diperjual belikan. Tak jarang otak pedagang melihat segala sesuatu akan bisa menghasilkan uang. Tak jarang otak pendidik dan pengajar melihat segala sesuatu akan bisa menjadi medan dakwah atau pelanjut peradaban. Secara sederhana dan mengalirnya cara berpikir, kita akan berkata bahwa cara berpikir merupakan strategi atau metode sudut pandang. Tentu pernah, kita mengalami virus malas dan gelisah. Virus ini menjangkit mereka yang mengerjakan sesuatu namun tak cukup telaten menyelesaikannya.  Hal itu, sebenarnya lantaran sedang menemukan titip buntu cara berpikir atas cara berpikir yang lain sedang mempengaruhi. Maka penyelesaiannya menemukan obat motivasi dan proteksi untuk menumbuhkan kembali berpikir mendalam dan pengamalan yang meluas pada satu cita-cita yang sedang diselesaikan.

Alam tercipta untuk pemenuhan kehidupan manusia. Kerelaan alam untuk dimanfaatkan manusia dalam kehidupan sebagai wujud menghamba kepada Tuhan. Janganlah kita mencoba melupakan pengorbanan alam, untuk mendukung kehidupan ini, dengan kita mendholiminya. Mari kita sadar dan berpikir mendalam terhadap proses mengamalkan ilmu pengetahuan, sehingga kita pandai berpikir. Manusia yang pandai berpikir, dan pandai mengamalkan, tentu tak lupa atas apa yang telah ia nikmati. Seperti halnya makan nasi, mereka kaum berpikir akan mengucapkan terima kasih kepada pak petani dan pedagang, sehingga ia bisa menikmati nasi sampai di depan matanya untuk dimakan. Perwujudan ini, salah satu bentuk syukur kepada Allah sebagai Tuhan semesta alam atas segala yang dilakukan dengan cara manusia berpikir dan mengamalkannya secara luas dan mendalam ilmu pengetahuannya. Mari kita menjadi generasi berkualitas cerdas terbarukan.
Ahmad Khoeri

Wakil Ketua PC MATAN Ciputat dan Penggiat Literasi di Komunitas LORONG

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *