​PERJUANGAN MEMBANGUN PRIBADI MULIA

​PERJUANGAN MEMBANGUN PRIBADI MULIA

Menjadi orang Islam belum tentu memiliki kepribadian muslim, kepribadian muslim merupakan coretan yang telah di tuliskan dalam Al-Qur’an tentang tujuan di kirimnya Rasulullah SAW kepada umatnya, yaitu menjadi rahmat bagi semesta alam. Sehingga seseorang yang telah mengaku dirinya seorang muslim hendaknya memiliki kepribadian sebagai sosok yang selalu dapat memberi rahmat dan kebahagian kepada siapapun orangnya dan di manapun tempatnya.

Di tengah derasnya arus globalisasi, masyarakat semakin di hadapkan pada macam problematika baik dalam segi ekonomi, teknologi, sosial, budaya dan lain sebagainya. Pribadi seorang muslim di tengah masyarakat hendaknya memiliki pedoman yang kuat, seperti memahami pola komunikasi dan tradisi masyarakat, mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitar dan memiliki pemahaman mendalam mengenai nilai-nilai islami. Hal ini disebabkan karena terkikisnya nilai-nilai budaya masyarakat, menurunnya tatakrama dalam pergaulan, dan minimnya toleransi dalam beragama. Contohnya banyak orang yang lebih menitikberatkan ibadah namun mengabaikan toleransi dalam kehidupan sosial. Pribadi muslim harus di bekali dengan kajian-kajian spiritual yaitu mampu memotivasi karakter  pribadi seorang untuk tetap exist dalam menjadi pribadi yang baik dan mulia.

Ajaran Islam di bangun atas tiga landasan yaitu akidah, syari’ah dan akhlak. Akidah merupakan kontrak manusia dengan tuhan, syari’ah adalah aturan setelah kontrak itu terjadi, sedangkan akhlah ialah kebebasan kita berprilaku terlepas dari tingkah laku yang di atur oleh Allah SWT. Ajaran islam tersebut tercermin pada diri Rasulullah SAW sebagai Al-Qur’an hidup karena sejati nya manusia yang ideal itu tercermin pada diri Rasulullah SAW yang  merupakan manusia ideal di hadapan Allah SWT karenanya Rasullah SAW di jadikan sebagai suri tauladan baik dari sisi akidah, syari’ah dan akhlak. Sehingga sangatlah perlu bagi kita untuk meneladani dan menjalankan konsep ajaran secara khusuk dan intens demi menjadi manusia yang di harapkan oleh Allah SWT dengan mempercayaiNya sesuai dengan rukun iman, menjalankan perintahNya sesuai dengan hukum syari’ah dan melakukan segala aktivitas ibadah atas dasar Allah semata.

Kepribadian seseorang muslim yang mulia akan selalu berusaha menjalani kehidupannya secara baik dan selalu memperlihatkan sikap tawadhu atau rendah hati yang didasari oleh kesadaran atas segala kelemahan diri di hadapan Allah SWT. 

Ahmad Fauzi (Kader PC MATAN Ciputatdan Aktifis PC IMMAN Jakarta)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *