Panglima TNI Bakal Hadiri Muskerwil Jatman Jabar di Cirebon

PerisaiNews, (CIREBON) – Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo dijadwal hadir di acara penutupan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah (JATMAN) Idaroh Wustho Jawa Barat di Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon, Ahad (10/12).

Kepastian kehadiran Panglima TNI disampaikan Komandan Korem 063/Sunan Gunung Jati Kolonel Inf Veri Sudijanto Sudin pada saat melakukan peninjauan lokasi kegiatan muskerwil di Komplek Ponpes Babakan Ciwaringin Cirebon beberapa waktu yang lalu.

Selain Panglima TNI, juga dijadwalkan hadir Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto dan Rais Am Idaroh Aliyah Jatman Habib Luthfi bin Yahya.

Penanggung jawab kegiatan Muskerwil Jatman KH Zamzami Amin mengatakan, kehadiran ketiga tokoh penting ini dalam rangka memberikan arahan kepada peserta muskerwil yang akan menghadiri Muktamar XII Jatman yang berlangsung di Pekalongan akhir Desember mendatang.

Dikatakan, Panglima TNI akan memberikan ceramah tentang ‘Cinta Tanah Air, bela negara dan teritorial NKRI’, sedangkan Kapolda akan ceramah tentang ‘menanggulangi aliran radikalisme dan terorisme, membantu generasi muda/santri dari aliran yang ingin mengganti idelogi Pancasila dengan khilafah. Kemudian Habib Luthfi akan memberikan pembekalan kepada seluruh pengunjung yang hadir.

“Ada sekitar 20 ribu tamu dari seluruh delegasi se Jawa Barat yang akan menghadiri acara penutupan yang dikemas bersamaan dengan peringatan Maulid Nabi SAW”, tutur Kiai Zamzami.

Dikatakan Kiyai Zamzami, kegiatan muskerwil dan peringatan maulid adalah murni kegiatan organisasi dan keagamaan dan tidak ada sangkut pautnya dengan kegiatan politik tahun 2018 mendatang baik yang berkaitan dengan pemilihan bupati (pilbub) atau pemilihan gubernur (pilgub).

Kiyai Zamzami mengajak kepada seluruh komponen masyarakat, khususnya di lingkungan Nahdlatul Ulama di Cirebon dan sekitarnya untuk hadir pada penutupan muskerwil yang dihadiri Panglima TNI, Kaploda Jabar dan Habib Luthfi bin Yahya.

Koordinator kegiatan Muskerwil dan peringatan maulid Nabi SAW Ahmad Rifqi Mirza mengatakan, hingga saat ini seluruh persiapan muskerwil dan peringatan maulid telah berjalan 90%, tinggal beberapa pos kegiatan yang perlu difinalkan termasuk masalah koordinasi dengan berbagai pihak terkait kehadiran Panglima TNI dan Kapolda Jawa Barat.

Pemilihan lokasi Muskerwil di Babakan Ciwaringin Cirebon menurut Kiyai Zamzami, atas arahan dari Habib Luthfy melihat kesejarahan pesantren yang ada di Babakan Ciwaringin.

Sebagaimana diketahui, Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon awalnya hanya satu yakni Pondok Gede Raudlatut Tholibin terletak di Desa Babakan Ciwaringin Kabupaten Cirebon. Pondok ini merupakan pondok pesantren tertua dan kini telah berkembang menjadi 43 pesantren.

Ponpes Babakan Ciwaringin didirikan sekitar tahun 1127 H/ 1715 M jauh sebelum Bangsa Indonesia ini merdeka. Selain sang pendiri Kyai Jatira gelar dari KH Hasanuddin putra KH Abdul Latief yang merupakan bagian dari Keraton Cirebon, terdapat Kyai yang penting keberadaannya pada masa-masa dimana Indonesia sedang diancam penjajah setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Dialah KH Amien Sepuh bin KH Arsyad yang berkiprah memimpin pesantren mulai tahun 1916 M. Kyai Amin Sepuh yang tercatat merupakan ahlul bait, dari garis keturunan Sunan Gunung Djati sukses menjadi pengasuh hingga mencapai masa keemasan. Betapa tidak, Kyai Amin banyak andil dalam mencetak tokoh-tokoh agama yang handal, dimana hampir semua Kiyai sepuh di wil 3 Cirebon bahkan menyebar ke pelosok Indonesia adalah muridnya, sebut saja Kang Ayip Muh (Kota Cirebon), KH Syakur Yassin, KH Abdullah Abbas (Buntet), KH Syukron Makmun, KH Hannan, KH Sanusi, KH Machsuni (Kwitang) dan yang lainnya.

Tidak berhenti disitu, kiprahnya yang sangat penting dan dicatat dalam beberapa buku sejarah bangsa Indonesia, adalah saat pria yang pernah mondok langsung dengan KH Cholil Bangkalan tahun 1893 bersama KH Hasyim Asy’ari pendiri Nahdlatul Ulama dan kakek mantan Presiden RI Gus Dur itu, ikut berjuang dalam perang 10 November Surabaya.

Bahkan, para kiyai khos termasuk KH Hasyim Asy’ari menunggu kabar dari KH Amin sepuh sebelum mengeluarkan Fatwa Resolusi Jihad tanggal 22 Oktober 1945.

Pengasuh di salah satu Ponpes di Babakan Ciwaringin KH Zamzami Amin membenarkan bahwa Ponpes Babakan adalah yang tertua di Indonesia, bahkan ia abadikan sejarahnya dalam buku hasil karyanya Baban Kana. Buku yang memotret secara historis Ponpes tersebut mengungkapkan lintasan Ponpes Babakan Ciwaringin yang selama ini belum banyak diketahui oleh masyarakat umum.

Direncanakan hadir, selain tamu undangan khusus para mursyid thariqah Jatman se Jawa Barat, acara penutupan bakal dihadiri para habaib se-Wilayah Cirebon, pengasuh pondok pesantren se Jawa Barat, juga santri dan alumni santri. (her/rls)

Sumber:http://perisainusantara.com/panglima-tni-bakal-hadiri-muskerwil-jatman-jabar-di-cirebon/


Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *