MATAN; Organisasi Old Berwajah Now

MATAN; Organisasi Old Berwajah Now

Kalau ada yang nyinyir pada MATAN (Mahasiswa Ahlith Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nadliyyah)  atas keberadaannya yang baru atau mencoba ikut konstelasi organisasi pemuda di NKRI ini, katakan kepadanya “kamu nongkrongnya kurang jauh”, “kamu ngopinya kurang lama”, “kamu mainnya sering sendirain”. Bagi kalangan pengamat sejarah nasional dan perkembangan kebangkitan nasional atau pelaku sejarah, mereka akan berkata “kelak akan tumbuh bibit berkualitas dengan binaan akar sejarah yang kokoh dari rahim MATAN”. Masih bertanya maksudnya apa? MATAN itu hadir diranah publik 12 Januari 2012 saat organisasi besar Islam di Indonesia yang bernama JATMAN NU (Jami’yah Ahlith Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nadliyyah Nahdlatul Ulama) melaksanakan Mukhtamar XI di Ponpes Al-Munawwariyyah Bululawang Malang. MATAN di tahun 2018 telah melenggang muda dengan usia 6 tahun secara kiprah keorganisasian formalnya. 

Menelisik sejarah MATAN, kita akan berbicara akar sejarah MATAN. MATAN yang lahir dari rahim JATMAN NU yang berdiri 10 Oktober 1957 dan NU berdiri  31 Januari 1926, maka jelas MATAN usia sebenarnya sama dengan usia NU atau lebih-lebih mengambil sanad ke-Thoriqoh-an yaitu kelahiran Rasulullah Muhammad Shallawallahu Alaihi Wasallam. MATAN secara ruh usia amatlah tua, karena kita menarik dari akar sejarahnya nilai-nilai yang perjuangkan MATAN. MATAN hadiri di bumi Nusantara yang kita sebut NKRI, jangan dianggap sebelah mata akan kiprahnya. Wajar usia 6 tahun kiprah MATAN telah menusantara bahkan cabang Internasional telah ada seperti di Mesir, Turki, Yaman dan lainnya dikarenakan ruh MATAN sampai kesana dengan penuh cinta dan atas izin Allah. 

MATAN bergerak dengan  membawa Lima Asas semangat pergerakan yaitu tafaqquh fi al-din, iltizamut tho’at, tasfiah al-qolb wa taskiyat al-nafs, hifdz al-aurad wa al-adzkar, khidmah lil ummah. Lima Asas MATAN menggambarkan jelas bahwa ruh perjuangan dalam pergerakannya adalah menjaga, mengayomi, memelihara warisan Rasulullah yaitu Akhlaq, Cinta kepada Allah dan MakhlukNya, dan tatanan perdamaian kehidupan.

Sebagai kaum berpendidikan, mari kita saling bergandengan tangan dalam menjaga kehidupan yang damai. Jangan bangun sentimen, membenci, mencaci, menghadang, menjatuhkan dan lainnya yang mencoba mengusir atau mengusik keberadaan yang bertujuan kemuliaan hidup. MATAN lahir sebagai penawar kebutuhan wadah kawah candaradimuka yang bersifat merangkul, bergandengan tangan, saling menasehati dan mengajak untuk berbagi cinta kasih sebagai bentuk syukur kepada Allah. Usia 6 tahun MATAN, menjadi awal kembalinya bangkit generasi cerdas terbarukan penuh harga diri, bermental baja, berjiwa satria, menempuh jalan para penadahulu yang mulia dengan bimbingan pelatih mulia, sang pengawal sejarah, para sesepuh tercinta, pahlawan NKRI dan kemuliaan perdamaian dunia. Salam cinta kasih, rindu kita pada perjuangan para pahlawan sejati. 
Ahmad Khoeri (Wakil Ketua PC MATAN Ciputat)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *