KOPDAR TASAWUF UNDERGROUND


Dipublikasi ulang oleh PCMATAN Ciputat

​#KOPDAR TASAWUF UNDERGROUND

“Mengaji Wahdatul-Wujud Syekh Ibnu Arabi” bersama Prof. Dr. Kautsar Azhari Noer, MA.
Selama ini konsep pemikiran dan ajaran Syekh Ibnu Arabi seringkali disalahartikan. Bahkan, sering kali beliau dianggap sesat oleh kalangan yang berpahaman sempit. Pro dan kontra pun bertambah panjang. Wahdatul-wujud dianggap bertentangan dengan akidah Islam.
Padahal, wahdatul-wujud berbeda dari konsep panteisme (‘Tuhan menyatu dengan alam’). Namun masih ada yang mengatakan Wahdat al-wujud berasal dari doktrin trinitas agama nasrani. Wahdat al-wujud adalah spirit pluralisme agama dan banyak penafsiran lainnya.
Sebenarnya, Syekh Ibnu Arabi menjelaskan Tauhid Sufi dengan cara yang lebih cerdas dan filosofis. Ini sebenarnya menguatkan bangunan teori akidah Asy’ariyah dan mazhab Ahlussunah Wal Jamaah. 
Kata wahdah ( وحدة) berarti ‘satu’ atau ‘kesatuan’ dan al-wujud (الوجود ) artinya ‘wujud’ atau ‘ada’. Diterjemahkan kesatuan wujud (yang Ada). Al-wujud menggunakan isim ma’rifah yang bermakna wujud yang sudah jelas. Artinya al-wujud yang dimaksud disini adalah Allah. Makna ini disepakati oleh Para ulama sufi. Kata al-wujud hanya milik Allah dan dinisbahkan hanya kepadaNya sebagai wajib al-wujud. Kata al-wujud tidak bisa dilekatkan pada makhluk, Karena makhluk itu bersifat sementara, fana dan akan musnah. 
Sedangkan, secara istilah wahdat al-wujud bisa diartikan yaitu kesatuan wujud (Allah) atau satu-satunya wujud hanyalah Allah. Jika dipahami secara detail, maka makna wahdatul wujud  hanya dapat dimengerti apabila pemahaman Tauhid sudah berada pada tingkatan khawwas.
Bagi kaum sufi, wahdatul-wujud, wihdatus-syuhud, hulul, fana, mahabbah dan makrifatullah itu adalah perkara sudut pandang soal rasa. Seperti menikmati suguhan buah apel. Masing-masing menikmati dengan citra rasa berbeda; manis, asem-manis, asem-manis-sepet, atau rasa lain yang susah didefinisikan. Begitu juga tentang aroma dari apel tersebut. 
Dan, dari zaman ke zaman, pemikiran dan gaya bahasa beliau tentang tauhid ini sangat memikat dan mengasyikan, tetapi sekaligus sering dianggap membingungkan. 
Bagaikan orang memasuki kebun besar, ia mendapatkan berbagai jenis pepohonan dengan aroma bunga segar dan pemandangan indah alam surgawi – namun ia bisa merasa was-was oleh kemungkinan adanya berbagai bahaya yang selalu membuntutinya, seperti tersesat jalan atau terperangkap dalam gelap malam. 
Prof Dr. Kautsar Azhari Noer, MA membimbing kita pada pandangan Syekh Ibnu Arabi yang sebenarnya. Dia ingin mengeluarkan kita dari paradoks seperti itu. Beliau adalah salah satu pakar dari sedikit orang di Indonesia yang memahami konsep pemikiran Syekh Ibnu Arabi. Melalui riset dan karya-karya akademiknya, kita bisa belajar menyelami ajaran tasawuf dengan mudah, sehingga diharapkan agar para salik dan masyarakat umum mendapat tambahan bekal dan wawasan ilmu yang cukup.
Acara akan diselenggarakan di Kafe Sufi Tasawuf Underground:

Jl Inpres No 70 A, Cirendeu, Ciputat Timur, Tangerang Selatan.

Minggu, 12 November 2017

Pukul: 10.00-16.00 WIB

Konfirmasi: Ust Mukhtaruddin telp/Watsap: 0896-29-953-953.
Rangkaian acara:

1.) Shalawat & Dzikir 10.00-10.30 WIB
2.) Ramahtamah Kopi Bareng/ Makan siang 10.30-12.00 WIB
3) Shalat Dzuhur di Masjid Ruhama 12.00 – 12.30 WIB
4.) Mengaji Wahdatul-Wujud Syekh Ibnu Arabi bersama Prof. Dr. Kautsar Azhari Noer, MA. 12.30- 15.00.WIB
5) Diskusi Tasawuf dipimpin Ust Halim Ambiya. 15.00-16.00WIB
Semoga Allah SWT memudahkan jalan bagi kita dalam membuka pintu-pintu makrifat. Semoga forum ini menambah jalinan persaudaraan, saling berbagi ilmu dan pengalaman, serta berbagi berkah dalam meniti jalan hikmah. Semoga kita selalu mendapat ridha Ilahi. 

Salam
Halim Ambiya

Pendiri & Admin TU

Kata Mutiara dari MATAN “Bismillah Diniati Ibadah”

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *