Kebangkitan Pemuda Tarekat di Sulawesi Selatan

Refleksi Milad ke-6 Mahasiswa Ahlith Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyyah (MATAN)

Fenomena radikalisme dan positivisme di kalangan pemuda dan mahasiswa telah melahirkan pola gerakan yang ekslusif dan pragmatis. Akibatnya banyak banyak diantara mereka yang terjebak dalam hedonisme sesaat.

Fenomena ini sebenarnya telah menjadi keprihatinan masyarakat, khususnya di kalangan ahli thariqah. Setelah melalui diskusi yang intensif muncullah gagasan untuk membentuk sebuah wadah pergerakan bagi mahasiswa dan pemuda ahlith thariqah yang diberi nama Mahasiswa Ahlith Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyyah, yang disingkat MATAN. Untuk mendapatkan dukungan dan doa dari para Masyaikh, maka dilakukan sosialisasi MATAN melalui sowan ke beberapa Masyaikh.


Deklarasi MATAN akhirnya dilakukan bersamaan dengan Muktamar XI JATMAN di Pondok Pesantren Al-Munawwariyah Bululawang Malang Jawa Timur, pada tanggal 10-14 Januari 2012 M / 16-20 Shafar 1433 H. Muktamar XI menyepakati lahirnya MATAN sebagai Badan Lajnah Mustaqillah dari JATMAN. Dan tepatnya pada acara penutupan Muktamar XI terbuat, Rais Aam JATMAN, Habib Luthfi bin Yahya mendeklarasikan berdirinya MATAN.


Berdirinya MATAN kemudian disambut positif oleh berbagai pihak di berbagai daerah, termasuk di Sulawesi Selatan. Hal ini dibuktikan dengan terbentuknya Pengurus Wilayah Sulawesi Selatan, yang diketuai oleh KM. DR. Mahmud Suyuti I.

Pada awal-awal kehadirannya, MATAN Sulawesi Selatan belum menunjukkan sesuatu yang berarti, laksana singa yang masih tertidur. Geliat MATAN baru menampakkan hasilnya setelah pelaksanaan Pengkaderan Suluk MATAN di Alkah Naqsyabandiyyah Khalidiyah Carangki Kabupaten Maros.

Pelaksanaan Pengkaderan Suluk MATAN tersebut yang dihadiri langsung oleh Ketua Pengurus Pusat, KH. DR. Hamdani Muin berhasil membentuk beberapa Pengurus Cabang di Sulawesi Selatan, seperti Cabang Makassar, Maros, Gowa dan Pinrang.

Laksana Singa yang bangun dari tidurnya, MATAN akhirnya mulai menampakkan taringnya. Pasca pembentukan tersebut, Pengurus Cabang pun mulai menggeliat dan menunjukkan eksistensinya di tengah-tengah masyarakat, khususnya di kalangan Pemuda dan Mahasiswa.

Khusus untuk Cabang Makassar, geliat ini dapat terlihat dari keberhasilannya melaksanakan Pengkaderan SULUK MATAN tingkat Cabang serta pelaksanaan Silaturahmi para Masyaikh Tarekat di Sulawesi Selatan dengan Syaikh Muhammad Faturrahman, M. Ag. mursyid tarekat Idrisiyyah di Tasikmalaya. Yang teranyar adalah, terjadinya rotasi kepengurusan dalam kepengurusan Cabang Makassar.

Hari ini, 12 Januari 2018, MATAN genap berusia 6 tahun. Dibandingkan dengan organisasi pemuda dan kemahasiswaan lainnya, tentu kehadiran MATAN masih sangat muda. Namun dengan dukungan dan doa dari para Masyaikh, kita percaya jika MATAN akan semakin berkibar dan kehadirannya akan semakin diperhitungkan.

Oleh karena itu… Wahai Kader-kader MATAN, majulah dan bergeraklah dengan satu tujuan, satu orientasi dan satu kata, LA ILAHA ILALLAH MUHAMMAD RASULULLAH dan ILAHI ANTA MAQSHUDI WA RIDHAKA MATHLUBI. Semoga Allah memberikan kekuatan lahir bathin kepada semua kader MATAN untuk mendapatkan ridho Allah SWT demi kejayaan NKRI. Aaamiin…

Salam pergerakan buat semua ikhwan Ahlith Thoriqoh, semoga Allah SWT, Rasulullah SAW dan Para Auliya membimbing kita. Aaamiin..

Pengurus Cabang MATAN Kota Makassar, Muhammad Rusmin Al-Fajr (Ketua) Tuju Ahmad NUrsalam (Sekertaris)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *