Pesantren Pendidikan Khas Nusantara

Pesantren Pendidikan Khas Nusantara

 Oleh: KH. Azka Hamam Syaerozie. Lc*

            Pondok pesantren adalah khas lembaga pendidikan agama di Nusantara yang memiliki karakter kebudayaan dan kearifan lokal. Asal pesantren adalah pendidikan tradisional, para santrinya tinggal bersama dan belajar di bawah bimbingan guru yang lebih dikenal dengan sebutan Kiai dan terdapat asrama untuk tempat tinggal para santri. Pondok pesantren dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat. Artinya pesantren berdiri karena dibutuhkan oleh masyarakat dalam bidang pendidikan agama, kemudian dikelola oleh Kiai bersama masyarakat dan manfaat pendidikannya kembali kepada masyarakat. KH. Azka Hamam Syaerozie(Sumber: Zainal Abidin)

            Terkait mata rantai keilmuan di pondok pesantren. Kita mengenal istilahSanad (silsilah keilmuan). Dalam tradisi pesantren, sanad adalah sandaran keilmuan yang valid. Menurut makna etimologi, sanad bermakna kaki bukit. Para Kiai dan ustadz yang mengajar di pesantren semuanya mempunyai sanad keilmuan agama yang menyambung hingga Raslullah Saw.

            Adapun terkait kajian keilmuan di pondok pesantren, ada tiga hal mendasaryang dipelajari, ketiga hal itu adalah aqidah, hukum dan akhlak. Mengapa ketiga ilmu ini menjadi sebuah dasar pendidikan di pesantren?

            Pertama, karena Ilmu aqidah adalah pengetahuan terikat dengan masalah keyakinan yang diambil dari dalil-dalil syariat.

 Akidah secara etimologi bermaknaikatan. Sedangkan menurut terminologi maknanya keyakinan hati dan pembenaran terhadap sesuatu. Dalamkonteks agama Islam, pengertian akidah adalah apa yang terkandung dalamrukun iman yang berjumlah enam perkara.

            Adapun manfaat mempelajari ilmu aqidah adalah untuk membetulkan dan meneguhkan keimanan manusia kepada Allah Swt. Iman yang benar akan menjadikan segala amal ibadah kita seperti sholat, puasa, zakat, haji dan lain-lannya diterima oleh Allah Swt.

Kedua, karena hukum fikih dapat diartikan sebagai seperangkat perturan tentang tata pelaksanaan ibadah, interaksi sosial, teknis berbisnis, hukum-hukum terkait masalah keluarga dan masalah-masalah lainnya.

Ketiga, karena ilmu akhlak adalah sesuatu yang akan menghiasi diri kita dengan perilaku yang baik, bisa berinteraksi sosial dengan baik, bisa menyempurnakan nilai ibadah yang kita lakukan. 

            Di antara manfaat dan tujuan darimempelajari ilmu akhlak adalah untuk meningkatkan derajat kehidupan manusia, menuntun kepada kebaikan, memenuhi kebutuhan keluarga, mengatur tata cara hidup bertetangga, mengatur etika pergaulan dalam berbangsa dan bernegara.

            Itulah di anatara urgensi ketiga fan ilmu yang menjadi modal dasar bagi para santri dalam rangka mengarungi kehidupan. Adapun ilmu-ilmu yang lainnya, merupakan pelengkap dari ketga ilmu tersebut. Kalau kita mengumpamakan makanan, maka ibarat nasi dengan lauk pauk. Artinya nasi adalah ketiga ilmu di atas (aqidah, hukum dan akhlak), sedangkan lauk pauk adalah ilmu-ilmu lainnya.

            Jadi, belajar agama di pondok pesantren, selain diajarkan ilmu-ilmu agama baik yang dasar maupun yang pelengkap, juga diberikan sanad (silsilah keilmuan) yang jelas, menyambung hingga Rasulullah Saw.  Inilah ciri khas pendidikan pondok pesantren yang tidak lain merupakan model pendidikan khas di Nusantara.

*Pengasuh Pondok Pesantren Putra Putri Assalafie Babakan Ciwaringin Cirebon

(Sumber:Majalah Salafuna Edisi 42 / Th XII / Muharram 1437 / Oktober 2015) 
Sumber: https://nusatelevisicirebon.blogspot.co.id/2017/12/pesantren-pendidikan-khas-nusantara.html?m=1

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *