Mengingat Ayat Kauniyah dalam Maulid Nabi

Mengingat Ayat Kauniyah dalam Maulid Nabi

Mengingat Ayat Kauniyah dalam Maulid Nabi

Khoiron, NU Online | Sabtu, 02 Desember 2017 11:00

Tangerang Selatan, NU Online

Bulan Rabi’ul Awal merupakan bulan kelahiran Nabi Muhammad. Momen tersebut dimanfaatkan oleh Himpunan Qori Mahasiswa (HIQMA) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan mengadakan peringatan Maulid Nabi di Asrama Nawawi Ma’had Ali Ciputat, Tangerang Selatan pada Kamis malam, (30/11). Acara tersebut diselenggarakan atas kerja sama dengan Mahasiswa Ahlit Thariqah an-Nahdiyah (Matan) Ciputat dan Organisasi Mahasantri Mahad (OMM) Ciputat.


Acara yang mengusung tema “Al-Qur’an Mukjizat Terbesar Rasul: Mengaji adalah Dakwah Akhlak era Milenial” itu menurut Ketua Umum HIQMA Dzulkarnaen Lana Saputra diadakan untuk mengingat kembali Al-Qur’an sebagai mukjizat terbesar Nabi.


“Dalam diri Rasulullah adalah Al-Qur’an. Semua akhlak yang tertera pada diri Rasulullah adalah manifestasi dari Al-Qur’an,” ujarnya.


Selain itu, Ketua Jam’iyyah Ahlit Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyah (Jatman) DKI Jakarta Wahfiudin Sakam mengaitkan pemilihan tema di atas dengan pemahaman ayat yang luas. Menurutnya, ayat itu dibagi menjadi dua, ayat kauniah dan ayat quraniyah. 


“Ayat-ayat yang ada di Al-Qur’an bisa jelas dipahami, kalau sudah memahami ayat-ayat yang ada di alam atau ayat kauniyah,”


Ia memaparkan, kalau seseorang belum mempelajari ayat-ayat yang ada di alam, jelas akan sulit memahami ayat-ayat yang di Al-Qur’an. Bahkan ia menjelaskan tentang  pembagian ayat di Al-Qur’an. Menurutnya, dari seluruh ayat yang berjumlah 6.236 ayat, hanya sekitar 700 ayat yang berbicara tentang fiqih.


“Itu artinya hanya sekitar 700 ayat yang berbicara tentang hukum, dan mayoritas hanya secara prinsip,” ujar pengurus pusat Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu. 


Sisanya, menurutnya sekitar 85 persen ayat di Al-Qur’an justru berbicara tentang alam. Jadi menurutnya wajar, pemahaman seseorang terhadap ayat Al-Qur’an akan baik jika dia memahami ayat Allah yang ada di alam.


“Karena Al-Qur’an lebih banyak bicara tentang alam daripada tentang hukum. Yang dibahas di Al-Qur’an, hanya prinsip atau garis-garis besarnya saja,” ujar wakil sekretaris Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) itu. 


Acara tersebut ditutup dengan promosi peluncuran DVD Maulid Al-Barzanji, Juz ‘Amma dan buku kompilasi naskah Syarhil Quran oleh kader HIQMA yang didampingi oleh pihak kampus UIN Jakarta. 


Turut hadir di acara tersebut qariah internasional Mastia Lestaluhu, juara 1 Hafidz Indonesia RCTI 2013 Hilya Qonita, pembina Ma’had Ali Utob Tobroni Wafiudin Sakam dan ketua Matan Ciputat Atmo Prawiro. (M. Ilhamul Qolbi/Mahbib)

Sumber: http://www.nu.or.id/post/read/83835/mengingat-ayat-kauniyah-dalam-maulid-nabi

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *