Tipologi Thariqah dan Tasawuf

​TIPOLOGI THARIQAH DAN TASAWUF

Jumlah tarekat yang ada di dunia Islam sangat banyak sehingga sulit untuk bisa diketahui jumlah pastinya. Di antara ragam tarekat yang banyak tersebut, ada tarekat yang merupakan tarekat induk, dan ada juga yang merupakan pecahan dari tarekat induk sesuai dengan pengaruh shaikh tarekat yang mengamalkan. Karena itu, kebanyakan nama suatu tarekat dinisbatkan kepada nama pendiri dari tarekat tersebut.[17]

Muhammad al-Sanusi al-Idrisi (w. 1859 M) dalam kitabnya al-Salsabil al Ma’in fi al-Thara’iq al-Arba’in sebagaimana dikutip Carl W Ernes mencatat 40 tarekat yang ditemuinya diberbagai pelosok penjuru dunia.
 Keempat puluh tarekat tersebut adakalanya masih diikuti dan dipraktikkan, dan ada pula yang tinggal nama dan penjelasannya saja. Keempat puluh tarekat dimaksud adalah:
1)      Tarekat Siddiqiyah yang didirikan oleh Abu Bakr al-Siddiq (w. 632 M), yang bersifat teoritis
2)          Tarekat Uwaisiyah yang didirikan oleh ‘Uways al-Qarni (abad ke-7), yang bersifat teoritis
3)          Tarekat Junaidiyyah yang didirikan oleh Junaid al-Baghdadi (w. 910), yang bersifat teortitis
4)          Tarekat Hallajiyah yang didirikan oleh Abu Mansur al-Hallaj (w. 922), yang bersifat teoritis
5)          Tarekat Qadiriyah yang didirikan oleh Abd al-Qadr al-Jailani (w. 1166), bertempat di banyak wilayah
6)          Tarekat Madyaniyah yang didirikan oleh Abu Madyan (w. 1197), yang bertempat di Afrika utara
7)          Tarekat Rifa’iyah yang didirikan oleh Ahmad al-Rifa’i (w. 1182), bertempat di Turki dan Mesir
8)          Tarekat ‘Urabiyah yang didirikan oleh ‘Umar ibn Muhammad al-‘Urabi (abad 16), bertempat di Yaman
9)          Tarekat Hatimiyah yang didirikan oleh Muhyi al-Din Ibn al-‘Arabi (w. 1238), yang bersifat teoritis
10)      Tarekat Suhrawardiyah yang didirikan oleh Abu Hafs al-Suhrawardi (w. 1234), bertempat di Iran dan India
11)      Tarekat Ahmadiyah yang didirikan oleh Ahmad al-Badawi (w. 1276), bertempat di Mesir
12)      Tarekat Syadziliyah yang didirikan oleh Abu Hasan al-Syadzili (w. 1258), bertempat di Afrika Utara
13)      Tarekat Wafa’iyah yang didirikan oleh Muhammad Wafa’ (w. 1358), bertempat di Mesir dan Syria
14)      Tarekat Zarruqiyah yang didirikan oleh Ahmad Zarruq (w. 1494), bertempat di Afrika Utara
15)      Tarekat Jazuliyah yang didirikan oleh Muhammad al-Jazuli (1465), bertempat di Afrika Utara
16)      Tarekat Bakriyah yang didirikan oleh Abu Bakr al-Wafa’i (w. 1496), bertempat di Mesir dan Syria
17)      Tarekat Malamatiyah didirikan oleh Abu Yazid al-Bustami (w. 874), bersifat teoritis
18)      Tarekat Khalwatiyah yang didirikan oleh ‘Umar al-Khalwati (w. 1397), bertempat di Mesir dan Turki
19)      Tarekat Kubrawiyah yang didirikan oleh Najm al-Din al-Kubra (w. 1221), bertempat di Asia tengah dan Iran
20)      Tarekat Hamadaniyah yang didirikan oleh ‘Ali Hamadani (w. 1384), bertempat di Kashmir
21)      Tarekat Rukniyah yang didirikan oleh ‘Ala al-Daulah al-Simnani (w. 1336), bertempat di Asia Tengah
22)      Tarekat Nuriyah yang didirikan oleh Nur al-Din Isfaraini (w. 1317), bertempat di Iran
23)      Tarekat Naqsyabandiyah yang didirikan oleh Baha’ al-Din Naqsyabandiyah (w. 1389), bertempat di Asia Tengah, India, Turki, dan Indonesia
24)      Tarekat Syattariyah yang didirikan oleh ‘Abd Allah Syatthari (w. 1438), bertempat di India dan Indonesia
25)      Tarekat Gausiyah yang didirikan oleh Muhammad Gaws Gwaliyari (w. 1563), bertempat di India
26)      Tarekat Sammaniyah yang didirikan oleh Muhammad Saman, bertempat di Madinah dan Indonesia
27)      Tarekat ‘Isqiyah yang didirikan oleh Abu Yazid al-‘Isyqi (w. abad 14), bertempat di Turki dan Iran
28)      Tarekat Mawlawiyah yang didirikan oleh Jalal al-Din al-Rumi (w. 1273), bertempat di Turki dan Syria
29)      Tarekat Jahriyah yang didirikan oleh Ahmad al-Yasawi (w. 1167), yang bersifat teoritis
30)      Tarekat Burhaniyah yang didirikan oleh Ibrahim al-Dasuqi (w. 1288), bertempat di Mesir dan Arab
31)      Tarekat Khafifiyah yang didirikan oleh Ibn Khafif yang bersifat teoritis
32)      Tarekat Khawatiriyah yang didirikan oleh ‘Ali Ibn Maymun al-Idrisi (w. 1511), bertempat di Afrika Utara
33)      Tarekat Aidarusiyah yang didirikan oleh Abu Bakar Aydarusi (w. 1509), bertempat di Yaman, India, dan Indonesia
34)      Tarekat Musyaraiyah yang didirikan oleh Sufyan al-Thawri (w. 778), yang bersifat teoritis
35)      Tarekat Qusyairiyah yang didirikan oleh Abu al-Qasim al-Qusyairi (w. 1074), yang bersifat teoritis
36)      Tarekat Kharraziyah yang didirikan oleh Abu Sa’id al-Kharraz (w. 890), yang bersifat teoritis
37)      Tarekat Chistiyah yang didirikan oleh Mu’in al-Din Chisty (w. 1236), bertempat di India
38)      Tarekat Madariyah yang didirikan oleh Badi al-Din Madar (w. 1437), bertempat di India
39)      Tarekat Qalandariyah yang didirikan oleh Jamal al-Din Sawi (w. 1233), yang bersifat teoritis
40)      Tarekat Suhailiyah yang didirikan oleh Muhammad al-Suhaili (abad 16), bertempat di Arab(makalah)
Keempat puluh tarekat tersebut tidak semuanya pernah ada dan berkembang di Indonesia. Hanya ada beberapa yang sampai sekarang masih bertahan, dan diamalkan oleh masyarakat Indonesia. 

Sumber GWA Tasawuf Underground 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *