MAQBARAH GURU BESAR DAN KELUARGA UIN CIPUTAT

MAQBARAH GURU BESAR DAN KELUARGA UIN CIPUTAT

Maqbarah Komplek Makam Guru Besar dan  Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bertempat di RT/RW 02/03 Semanggi Dua, Kel. Cempaka Putih, Kec. Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Prov. Banten. Maqbarah ini di bawah binaan Biro Kabag. Umum dan Kasubag. Umum Rektorat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Maqbarah ini telah direnovasi pada tahun 2009 pada saat Bapak Rektor Prof. Komarudin Hidayat. Juru kunci maqbarah yang pertama Bapak Masad, lalu digantikan Bapak Muksin sampai 2013 karena sudah lanjut usia dan beliau wafat 2016, berlanjut estafet juru kunci maqbarah adalah anaknya, yaitu Bang Dedi Rosadi sampai sekarang. 

Terdapat kurang lebih 360 makam di sini. Mereka yang bersemayam di dalamnya adalah guru besar, dosen, dan keluarga besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Ramaian peziarah oleh keluarga besar, biasanya pada momentum hari besar Islam, menjelang bulan puasa, dan dua hari raya umat Islam. Peziarah mahasiswa dan peziarah umum sangatlah jarang dan dalam setiap tahunnya bisa terhitung intensitas peziarah. Peziarah umum yang bukan kalangan keluarga besar seringnya menziarahi Prof. Harun Nasution dan Prof. Hasbi Ash-Shidiqqi.

Pembiayaan perawatan maqbarah ditangguhkan kepada pembiasaan dari anggaran kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dari kebersihan dan biaya renovasi. Setiap bulan pembersihan rumput makam dan setahun sekali rutin ada pengecatan lingkungan  Maqbarah Komplek Makam Guru Besar dan Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Pada tahun 2014 komplek makam menjadi komplek makam percontohan, makam ini terkelola baik secara mandiri menurut DKPP (Dinas Kebersihan, Pertamanan, dan Pemakaman) Kota Tangerang Selatan. Maqbarah ini berada di lingkungan penduduk dan diramaikan dengan keberadaan mahasiswa yang mengontrak atau menge-kos di sekitarnya. Terdapat pemakaman keluarga besar H. Husin bin Enimi yang berada tepat di depan Maqbarah Komplek Makam Guru Besar dan Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Ada beberapa kejadian spiritual di maqbarah tersebut diantaranya ada salah satu jenanzah terlihat karoham saat sebelum dimakamkan yakni tersenyum manis dan penuh bersahaja. Selain itu juga salah satu kejadian lain ada jenazah yang kain kafannya tidak bisa disobek dan mayat tersebut masih utuh walau sudah berusia 30 tahun dimakamkan. Mayat ketahuan keadaannya masih sempurna saat ada pembongkaran hendak dipindahkan ke Kerawang kampung keluarganya. 

Ya Allah semoga kami dapat meneladani para guru kami. 

Tulisan ini ditulis pada 5 April 2018

Oleh Ahmad Khoeri

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *