MATAN untuk Negeri: tak hanya sekali

indonesia-map

MATANCOM, Ciputat–Kemerdekaan 17 Agustus 2016, sebuah momentum tidak terlupakan oleh kader Mahasiswa Ahlith Thoriqoh (MATAN) Ciputat, dalam sebuah gagasan mulianya yaitu MATAN untuk Negeri. Gagasan mulia tersebut menjadi sebuah gerakan sosial kemasyarakatan untuk mengembalikan khittah tunggal sila, yakni gagasan utama Pancasila. Tunggal sila adalah nilai luhur bangsa Indonesia, yakni gotong royong.

Slogan “gitu aja kok repot” yang dipopulerkan oleh mahasantri KH Abdurrahman Wahid “Gus Dur” memiliki makna “yang mudah dipermudah yang susah dipermudah”. MATAN untuk Negeri menjadi sebuah kepanjangtanganannya, dari gagasan tunggal sila dan penyederhanaan slogan Gus Dur tersebut.

Pada 17 Agustus kemarin, gagasan ini diwujudkan dengan mengadakan gerakan K3 (kebersihan, kerapian, dan keindahan) masjid serta mengadakan dzikir kemerdekaan. Ranah kegiatan ini adalah spiritualisme dan nasionalisme, merupakan implementasi dari intelektualitas yang diamalkan.
Kemudian gagasan yang menyangkut kepentingan agama, bangsa, dan negara dijadikan sebagai jalan untuk terrealisasinya gagasan MATAN untuk Negeri.

Momentum hari Idul Adha menjadi langkah lanjutan dan akan terus istiqamah perjuangan MATAN untuk negeri. Hal ini hendak dibuktikan dengan akan diadakannya MATAN Berkurban dengan agenda menyerahkan hewan kurban kepada/ mendistribusikannya kepada yang berhak, penyerahan kitab suci Alquran dan ziarah kepada tokoh masyarakat dan alim ulama, baik yang masih terus berjuang maupun yang sudah wafat.

Keistiqamahan MATAN Ciputat dengan gerakannya yaitu MATAN untuk Negeri semoga mampu dan dapat menular kepada seluruh elemen generasi muda yang terorganisasi maupun yang belum terorganisasi, karena Nabi besar Muhammad Saw. mengajarkan kepada umatnya untuk saling tolong-menolong dan membantu sesama manusia agar terciptanya perdamaian abadi, keadilan sosial bagi seluruh manusia.(Red.)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *