Jangan Aneh dengan MATAN

Panca Berita MATAN (PBM)
*Jangan Aneh dengan MATAN saat Konferensi Internasional Bela Negara Ulama Thoriqoh Se-Dunia di Pekalongan*

Kumpulnya ulama Thoriqoh Se-Dunia di Kota Pekalongan Indonesia pada 27-29 Juli 2016 merupakan suatu keberkahan bagi kita muslim Indonesia. Kegiatan tersebut mengangkat tema Bela Negara Konsep dan Urgensinya dalam Islam yang dikemas dalam sebuah Konferensi Internasional Ulama Thoriqoh Se-Dunia di Pekalongan. JATMAN (Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nadliyyah) with Ministry Of Defense. MATAN (Mahasiswa Ahlith Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nadliyyah) sebagai kaum muda JATMAN yang siap meneruskan dan menjaga warisan Nabi Muhammad SAW yaitu Akhlaqul Karimah dalam membentuk Insan Kamil yang Rahmatan Lil ‘Alamin.

*Pertama Gerakan Kibar MATAN*
Gerakan Kibar MATAN menjadi sebuah bentuk eksistensi membumisasikan MATAN di masyarakat secara umum. Kegiatan ini dengan cara mengibarkan bendera kemudian foto dengan beberapa tokoh berpengaruh, tempat bersejarah acara yang dihadiri kader MATAN, orang-orang yang unik dan menarik untuk diangkat keunikannya sebagai keikut sertaan mendukung MATAN dalam pengabdiannya. Pada acara di Pekalongan MATAN safari foto diberbagai tempat pada acara tersebut di Auditorium Al-Junaid, Hotel Santika, dan Kanzu Shalawat.

*Kedua Nomaden Istirahat*
Nomaden Istirahat kader MATAN di Pekalongan menjadi sebuah perjalanan yang berkesan. Perjalanan tersebut dari pertama tidur di Kanzu Shalawat, Pesantren Fathul Ulum, Hotel Santika dan Hotel Horizon. Betapa unik beberapa kejadian memberikan makna bahwa setiap orang tinggal menunggubwaktunya dan itu ada saatnya dia mendapatkan. Kader MATAN pada acara ini begitu banyak ilmu yang diajarkan dalam perjalanan spiritualnya yaitu ilmu kesabaran, keikhlasa dan kekeluargaan untuk diterus kerja keras, kerja cerdas dan kerja tuntas.

*Ketiga Berseragam Unik*
Seragam Batik MATAN dan Peci kebudayaan menjadi identitas unik Kader Matan di acara Konferensi Internasional itu. Ada yang pakai peci Nasional, Peci Sunda, Peci Sufi, Peci Bali dan Peci Santri. Seragam tersebut manjadi tanda kekeluargaan dan kekompakan untuk menumbuhkan selalu nilai-nilai keteladanan. Semoga seragam adalah sebuah tanda baik dalam persatuan sehingga kesatuan menumbuhkan rasa kuat dalam peradaban yang berkemajuan.

*Keempat Ziarah dan Sowan*
Ziarah dan Sowan sebagai rutinitas Kader MATAN untuk menambah ilmu dan mendapat restu dalam pergerakan merupakan momentum penanaman tradisi yang berkarakter positif bagi keberlangsungan eksistensi MATAN. Di Pekalongan Alhamdulillah beberapa tempat teladi ziarahi seperti makam yang di Kanzu Shalawat, Makam Keluarga Habib Lutfi dan Makam di Sapuro. Kemudian sowan pada kiyai-kiyai yang hadir baik sepuh atau muda walau hanya sekedar salaman dan tegur sapa sebagai tanda adab akhlaq murid pada gurunya. Sejatinya kegiatan ini adalah silaturahmi sebagai kekuatan besar persatuan bangsa dan agama.

*Kelima MATAN_ FACEGRAM*
MATAN _ FACEGRAM adalah sebuah gerakan media sosial online internet dalam mengabarkan segala berita kegiatan yang diikuti dan yang dikabarkan oleh Kader MATAN dalam eksistensinya. Pada acara di Konferensi Internasional, Kader MATAN menggunakan Facebook, Instagram, Youtobe dan Website guna menyebarkan informasi kegiatan dan mendokumentasikan kegiatan. Pada MATAN _FACEGRAM matan banyak menggunakan hastag #jatmanevent #jatman #matanciputa #matannusantara #matanindonesia #gkm #gerakankibarmatan #gkmgerakankibarmatan #gkmmatanciputat #konferensiinternasional #ulamathoriqohsedunia #belanegara #konferensiinternasionalulama #ulamathoriqoh #pekalongan #indonesia dan masih banyak lagi. Kegiatan mempublikasikan ini menjadi ajang ikut serta meramaikan dan memberikan informasi up to date kepada msyarakat luas agar ikut serta mendokan dan memberikan dukungan akan kesuksesan acara tersebut.

Panca Berita MATAN (PBM) di Pekalongan ini memberikan kesan bahwa Kader MATAN memiliki militansi yang sederhana dan hendak menampilkan nilai-nilai kekelurgaan. Secara sederhana di mata orang lain yang belum mengenal Kader MATAN dirasa unik dalam kegiatannya dan menjadi daya tarik untuk bertanya “Apa itu MATAN?”. Maka kami mohon doa restu dan dukungannya agar kami bisa itiqomah dalam gerakan kebaikan yang berkemajuan tersebut. [Red.]

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *